Sejarah

Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Airlangga

Sejarah

Di tahun 1948, Bagian Obstetri-Ginekologi dibentuk di CBZ Simpang berdirinya bersamaan dengan Faculteit der Geneeskunde cabang Surabaya. Sejak 1951, bagian ini berangsur-angsur dipindahkan ke CBZ Karangmenjangan yang sebelumnya menjadi Rumah Sakit Angkatan Laut Jepang.

Yang menjabat Kepala Bagian Obstetri dan Ginekologi pertama kali ketika menempati CBZ Karangmenjangan (sekarang RSUD Dr. Soetomo) adalah Prof dr Mohammad Toha SpOG dengan dibantu Prof Dr. Harjono (sudah bekerja di CBZ Simpang Sejak 1949) sebagai staf Beliau memimpin hingga tahun 1966.

Pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Surabaya pun dimulai pada tahun 1951 tersebut. Yang menjadi murid pertama kali adalah Prof dr M Haryono SpOG yang kemudian menjadi lulusan pertama spesialis Obstetri dan Ginekologi pada tahun 1954. Setelah Prof Dr. M Harjono SpOG sebagai peserta didik pertama, selanjutnya jumlah asisten sebagai staf pengajar terus bertambah. Perjalanan Bagian Obstetri terus berlanjut. Selama Prof M Toha menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran.

Ketika Prof Dr. M Harjono SpOG kembali ke bagian, yakni dalam kurun 1976-1983, selangah demi selangkah pengembangan di bidang pendidikan S1 dan spesialisasi dilakukan. Pengéinlgangan terus menerus dilakukan dalam kurun pergantian kepemimpinan. Perkembangan Departemen Obstetri dan Ginekologi sudah mencatat hal yang luar biasa, baik dari sisi pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat. Ini bisa dimaklumi, karena dari sisi jumlah staf sangat mendukung dan memungkinkan kemajuan tersebut. Bahkan dalam perkembangan keilmuannya, Departemen Obstetri dan Ginekologi kini mempunyai bidang keilmuan lima divisi, yakni :

  1. Divisi Kedokteran Fetomaternal (KFM)
  2. Divisi Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi (FER)
  3. Divisi Onkologi
  4. Divisi Uroginekologi
  5. Divisi Obstetri Sosial (Obginsos)

Berbagai kemajuan di bidang Obstetri dan Ginekologi berhasil dikernbangkan oleh masing-masing divisi. Antara lain penggunaan teknik bedah non invasif (laparaskopi) di bidang ginekologi, teknik terkini monitoring janin, dan pengembangan di bidang Uroginekologi-Rekonstruksi seperti teknik neovagina dengan memakai selaput amnion yang diproduksi oleh Bank Iaringan RSUD Dr. Soetomo.

Sampai saat ini tercatat 44 orang staf pengajar di Departemen Obstetri dan Ginekologi, yang masing-masing mempunyai potensi untuk mengembangkan depatemen. Departemen Obsgin mempunyai beberapa unit unggulan : Unit Safe Motherhood, Unit Bayi Tabung dan majalah ilmiah yakni Majalah Obstetri dan Ginekologi yang sudah mendapatkan akreditasi dari DIKTI.